Murottal Wafiq Azizah dan Sholawat Tibbil Qulub

Membaca alunan ayat suci Al quran menjadi salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh semua umat muslim. Al quran yang merupakan kitab suci umat muslim ini berisikan perintah Allah dan panduan bagaimana semestinya manusia hidup di dunia. Bagi umat muslim yang kurang piawai dalam membaca Al quran, mereka biasanya akan belajar dari seorang guru dan kia’i. Untuk melancarkan bagaimana kemampuan mereka dalam melafalkan ayat-ayat Al quran, umat muslim biasanya mendengarkannya melalui murottal.

Murottal sendiri merupakan kegiatan membaca Al quran yang fokus akan lagu dan kebenaran bacaan Al quran. Dalam murottal, bacaan Al quran memperhatikan tajwid dengan baik. Dengan fokus akan ilmu tajwid, porsi lagu ayat Al quran tidak harus dilakukan secara penuh. Porsi lagu dapat dilakukan pada nada yang asli atau menggunakan nada sedang. Karena membutuhkan pemahaman akan nada atau kebenaran pada bacaan Al quran, kita sebaiknya mendengarkan murottal tersebut yang disenandungkan oleh mereka yang paham akan ilmu tajwid.

Agar dapat dengan mudah mengenal ilmu tajwid dan bacaan ayat suci Al quran, murottal sebaiknya dipilih berdasarkan dengan pemahaman ilmu tajwid sang pelantun. Mereka yang paham akan ilmu tajwid biasanya dapat menentukan nada bacaan Al quran. Mereka juga akan lebih paham bagian mana yang mengharuskan mereka untuk berhenti dan melanjutkan membaca ayat suci Al quran. Seperti yang kita ketahui, membaca Al quran tidak dapat dilakukan dengan sembarang dan harus dilakukan dengan memperhatikan ilmu tajwidnya.

Murottal Wafiq Azizah yang Dapat Dinikmati Secara Gratis

Murottal Wafiq Azizah
ilustrasi Murottal Wafiq Azizah (photo: pixabay.com)

Dari sekian banyak orang-orang yang melantunkan ayat suci Al quran dalam bentuk murottal, Wafiq Azizah merupakan sosok yang perlu untuk diperhitungkan. Wanita asal Magelang ini dikenal memiliki suara yang merdu dan merupakan pelantun sholawat asal Indonesia yang menjanjikan. Di usianya yang menginjak 32 tahun ini, Wafiq Azizah telah memiliki 4 buah album yang isinya dipenuhi dengan sholawat.

Untuk murottal sendiri, Wafiq Azizah mampu melafalkan ayat suci Al quran dengan suara emasnya. Murottal yang ia kumandangkan bahkan dapat kita dengarkan secara gratis. Tidak hanya suara murottal yang gratis, baik lirik ayat suci Al quran dapat pula kita download secara gratis. Dengan begitu, melatih kecakapan kita dalam membaca Al quran akan lebih mudah untuk dilakukan. Kita bahkan dapat memahami nada membaca Al quran dengan baik dari murottal yang dilantunkan oleh Wafiq Azizah. Untuk mengenal suara merdu Wafiq Azizah, kita sebaiknya download murottal wanita pada situs yang menyediakan murottal dan sholawat.

Selain murottal yang dilantunkan oleh Wafiq Azizah, kita dapat pula mendengarkan suara morottal lainnya yang dilantunkan oleh tokoh wanita lainnya. Hal tersebut tentunya hanya dapat kita lakukan setelah mendownload serangkaian murottal wanita secara gratis. Ada banyak nama pelantun murottal yang dapat kita temukan ketika mendownload dan dapat dipilih berdasarkan suara yang mereka miliki.

Sholawat Tibbil Qulub

Sholawat Tibbil Qulub
ilustrasi Sholawat Tibbil Qulub (photo: pixabay.com)

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Wafiq Azizah tidak hanya pandai dalam murottal tetapi juga sholawat. Sholawat Tibbil Qulub sendiri menjadi salah satu contoh sholawat yang ia lantunkan. Sama halnya dengan murottal, sholawat Tibbil Qulub dapat pula kita dapatkan secara gratis. Dibalik bacaan shalawat tersebut, ada keutamaan sholawat yang patut untuk kita ketahui.

Sholawat yang dikenal pula dengan sholawat shifa ini merupakan lantunan yang dapat dikumandangkan demi mendapatkan petunjuk dari Allah SWT. Selain itu, sholawat Tibbil Qulub dapat pula menyembuhkan penyakit hati, mengobati sifat-sifat yang tercela, meringankan beban pikiran, menyinari mata hati dan menghilangkan perasaan gundah. Karena keutamaan inilah, sholawat shifa sebaiknya kita amalkan.

Di dalam ajaran agama Islam, ada dua jenis hukum yang berkaitan dengan mengamalkan sholawat shifa atau Tibbil Qulub, yakni sholawat yang dapat disyariatkan dan yang tidak disyariatkan. Untuk murottal yang dapat disyariatkan, sholawat harus memiliki dalil sunah yang mengatakan bahwa sholawat tersebut telah dituntun oleh nabi Muhammad. Syech Al Albani menjelaskan bahwa ada tujuh bentuk sholawat yang berasal dari Rasullah. Ketujuh bentuk sholawat itulah yang merupakan sholawat yang boleh disyariatkan.

Untuk sholawat yang tidak boleh disyariatkan, sholawat tidak memiliki dasar dalil sumber sholawat yang dilantunkan. Meskipun ditelusuri akan dalilnya, sumber sholawat tidak dapat ditemukan. Karena Islam dikenal sebagai agama yang jelas dan terperinci, segala jenis hadist harus memiliki sumber dalil yang jelas. Jika kita menemukan dalil yang tidak jelas, dalil tersebut tentunya tidak boleh untuk kita ikuti dan dipelajari. Hanya amalan dengan dalil jelaslah yang dapat kita lakukan.

Sebelum kita mengamalkan sholawat atau amalan lainnya, kita harus mengetahui kejelasan akan amalan tersebut. Kita tidak boleh mengamalkan sesuatu hal hanya berdasarkan akan perintah tokoh semata. Dengan pemahaman akan hukum dari membaca sholawat Tibbil Qulub, kita tidak perlu merasa ragu lagi untuk mengamalkan lantunan ayat suci yang digunakan pada bacaan sholawat tersebut. Selagi membaca sholawat Tibbil Qulub, kita juga dapat melengkapinya dengan mendengarkan murottal di waktu senggang. Pemahaman kita akan ilmu tajwid akan semakin meningkat jika sering-sering mendengarkan murottal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *